Secara histologis, dinding jantung tersusun atas tiga lapisan dari luar ke dalam, yaitu epikardium, miokardium, dan endokardium.
Epikardium merupakan lapisan terluar yang terdiri atas mesotel (epitel pipih selapis) dan jaringan ikat longgar yang mengandung pembuluh darah, saraf, serta jaringan adiposa.
Miokardium merupakan lapisan paling tebal yang tersusun atas kardiomiosit yang berbentuk silinder bercabang-cabang dengan diameter 25 μm dan panjang 100 μm. Tiap sel hanya memiliki 1-2 inti (nukleus) yang terletak di tengah. Tiap sel saling terhubung melalui diskus interkalaris. Kardiomiosit mengandung filamen aktin dan miosin dalam struktur sarkomer yang menghasilkan kontraksi otot.
Endokardium merupakan lapisan terdalam yang melapisi rongga jantung, tersusun atas endotel dengan lapisan jaringan ikat subendotel, serta berlanjut dengan endotel kapiler. Pada bagian subendokardium (antara endokardium dengan miokardium), terdapat serabut Purkinje*, yaitu sel otot jantung termodifikasi yang berukuran besar, sitoplasmanya pucat, kaya glikogen, dan berfungsi dalam penghantaran impuls listrik.
*dalam gambaran histologi, serabut purkinje jarang terlihat
Sumber :
Junqueira, L. C., & Carneiro, J. (2021). Basic histology: Text and atlas (16th ed.). McGraw-Hill Education
Lilly, L. S. (2021). Pathophysiology of heart disease: An introduction to cardiovascular medicine, 7e.
Epikardium merupakan lapisan terluar yang terdiri atas mesotel (epitel pipih selapis) dan jaringan ikat longgar yang mengandung pembuluh darah, saraf, serta jaringan adiposa.
Miokardium merupakan lapisan paling tebal yang tersusun atas kardiomiosit yang berbentuk silinder bercabang-cabang dengan diameter 25 μm dan panjang 100 μm. Tiap sel hanya memiliki 1-2 inti (nukleus) yang terletak di tengah. Tiap sel saling terhubung melalui diskus interkalaris. Kardiomiosit mengandung filamen aktin dan miosin dalam struktur sarkomer yang menghasilkan kontraksi otot.
Endokardium merupakan lapisan terdalam yang melapisi rongga jantung, tersusun atas endotel dengan lapisan jaringan ikat subendotel, serta berlanjut dengan endotel kapiler. Pada bagian subendokardium (antara endokardium dengan miokardium), terdapat serabut Purkinje*, yaitu sel otot jantung termodifikasi yang berukuran besar, sitoplasmanya pucat, kaya glikogen, dan berfungsi dalam penghantaran impuls listrik.
*dalam gambaran histologi, serabut purkinje jarang terlihat
Sumber :
Junqueira, L. C., & Carneiro, J. (2021). Basic histology: Text and atlas (16th ed.). McGraw-Hill Education
Lilly, L. S. (2021). Pathophysiology of heart disease: An introduction to cardiovascular medicine, 7e.